Selasa, 18 Mei 2010


suara ayam terdengar begitu merdu di pertiga malam, menenggelamkan kesunyian malam yang kian mencekam, satu batalyon nyamuk juga tak mau kalah, datang dengan suara seperti helikopter, menyerang dengan rudal andalannya, aku tak bisa menghindar, aku hanya bisa menyaksikan ia menhisap darahku, biarlah... mungkin hanya ini yang bisa aku sedekahkan sebagai anak jalanan. tapi aku adalah hamba yang patut tuk berbangga dan bersyukur atas apa yang diberikannya, rumah tempat peristirahatanku adalah rumah yang begitu besar, selalu ramai orang berkunjung di tempatku, meski rumahku tak mempunyai dinding, namun atapnya begitu kuat nan kokoh, sehingga aku dan keluargaku bisa nyaman berada di bawahnya.
sebut saja namaku jumiati, aku adalah seorang anak gadis berusia 8 tahun, dengan usia yang masih dini ini, aku sudah harus turut ambil bagian untuk membantu orangtua mencari sesuap nasi, agar bisa bernafas panjang dalam area kehidupan ini, bagi orang mungkin ini adalah sesuatu yang kurang etis, anak dengan usiaku harus bekerja keras untuk mencari makan. aku juga tak mau terus-terusan menyalahkan takdir dan menjadikannya kambing hitam, karna masih ada kambing putih yang indah dan harus kita rawat baik-baik.
malam itu terlihat kendaraan tak henti-hentinya lalu-lalang, tidak seperti hari biasanya, oeya hampir lupa... kan ini malam minggu, malam paling dinanti-nanti oleh pasukan anti kebenaran, kerjaan mereka hanya menunggu waktu pergi melewatinya, waktunya ia habiskan untuk mengumpulkan dosa, dan salah satu tempat yang sering ia jadikan markas adalah di kediamanku, bukan cuma sekali, tapi tlah berulang kali kumelihat sepasang kekasih duduk berdampingan layaknya suami istri "gak malu kali yah".
malam terus berlalu, mataku belum jua bisa terpejam, dinginnya malam menembus kedalam tulang rusukku, seluruh badanku pun terasa kaku, namun darahnya masih bisa dinikmati oleh DENSUS 68 (NYAMUK), Dari kejauhan nampak sedikit cahaya dari celah-celah langit, sesaat itu juga embun berjatuhan dan aku membayangkan diriku tengah berada di negeri sakura sementara menikmati butiran salju.
"Pip...."
"Astaghfirullah". suara klakson itu membuat khayalanku buyar, padahal baru saja ku membangun sebuah istana impian di negeri sakura, tiba-tiba mobil itu datang dengan bunyi klakson yang super dahsyat, suaranya tlah merobohkan istanaku.
detik-detik waktu begitu terasa berlalu, cahaya fajarpun semakin jelas diatas sana, cahayanya membuat hantu kabur kembali ke tempatnya.
pagipun datang, memberi setetes kehangatan yang tak seperti biasanya, pirasatku semakin membuncah 'adakah hari ini seribu malaikat datang menghampiriku', kendaraan semakin padat, bagaikan kereta yang tak ada putus-putusnya, seperti biasa, dipagi hari senantiasa kupanjatkan doa kepada yang maha pengatur rezki, "Ya Allah.. mudah-mudahan rezkiku hari ini lebih banyak dari yang kemarin"
bersambung.........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar