Minggu, 13 Juni 2010

VHIYA NAMANYA

Makassar 12 Juni 2010
singa padang pasir


Dadanya sesak
Darah tertumpah dari tenggorokannya
Tangan ia kepalkan
Member isyarat hidupnya pada alam sekitar

Tiada yang bisa berbuat apa-apa
Warga hanya memberi iba
Mata sekitar hanya mampu merekam kesakitannya
Tanpa bisa menjanjikan kehidupan

Semua kehilangan nuran
Saat nurani di suguhkan tuk ditampilkan
Mengulurkan sedikit uluran tangan
Agar kecewa tak menghantui

Semua berlalu
Berlari membuang rasa peduli
Menutup telinga dengan ketakutan
Takut akan kesialan yang akan menimpa mereka

Vhiya…
Gadis berambut panjang berusia 18 tahun
Mencitakan aroma kampus merah
Namun Merah darah yang bisa ia hirup

Vhiya…
Begitulah kakaknya memanggilnya
Dengan suara parau kesedihan
Menyaksikan adiknya bermandikan darah

Vhiya…
Namanya selalu membahana
Dari serak suara kepedihan sang kakak
Mengiringi arwahnya ke atas sana

***Selamat jalan vhiya***

(vhiya, gadis yang kutolong saat kecelakaan di depan SD antang jam 09:15, darah tertumpah dari mulutnya, dan kakaknya hanya bisa meratapinya, ia meninggal pada jam 11:10 di RS IBNU SINA)

Selasa, 08 Juni 2010

HADIAH TERINDAH


Makassar 8 Juni 2010
singa padang pasir





Ku persembahkan permadani termegah dari Timur Tengah sana
Yang beralaskan mutiara hitam dari negeri Singa
Dan di atasnya bertaburan bunga dari negeri sakura
Untuk dihamparkan di puncak menara Al-Aqsa

Al-Aqsa adalah ruang bagi jutaan keajaiban dunia
Kiblat Umat Islam yang pertama
Shalat dua rakaat di dalamnya
serasa 500 rakaat selainnya

Al-Aqsa juga terminal Kesucian
Tempat Nabi Muhammad menanti kendaraan (buroq)
Menuju Istana sidhratul Muntaha
Melesat dengan laju yang tak dapat disaksikan mata

Al-Aqsa tempat kediaman beberapa Nabi
Mereka datang membawa lembaran tiket solusi
Tiket yang mengantarkan kaumnya ke taman syurga
Menikmati kenikmatan yang tak pernah dinikmati didunia

Rabu, 02 Juni 2010

KARNA MEREKA ADALAH SAUDARA


Makassar 3 juni 2010
Singa padang pasir




Saat tank memuntahkan isi perutnya
Mengarah ke bangunan-bangunan di palestina
saat itu juga jantungku serasa tergoncang
Meski aku hanya mengetahuinya lewat koran

Karna mereka adalah saudara

Saat pesawat datang meneteskan hujan peluru
Di setiap raga para mujahid
Saat itu juga jiwaku bergetar
meski aku hanya bisa menyaksikannya lewat televisi

Karna mereka adalah saudara

Saat senjata AK 47 mereka lontarkan
kepada ibu dan bayi dipalestina
saat itu juga darahku mendidih
Meski aku hanya bisa melihatnya dari jarak yang begitu jauh

Karna mereka adalah saudara

Jangan pernah gentar atau surut kebelakang
Meski jutaan pecundang israel mengepungmu
Teruslah maju... lindungi kehormatan kita semua (tanah suci palestina)
Doa kami kan selalu mengiringi langkahmu

Israel tidak punya sejarah kemenangan
Karna mereka tak paham arti kemenangan
Israel hanyalah pemain cadangan dalam kancah kehidupan
Suatu saat dan pasti sang sutradara (Allah) tak akan memakainya lagi

Usah kau bersedih saudaraku
Balutlah lukamu dengan kain kesabaran
Dan teteskan obat luka yang terbuat dari racikan taqwa dan keimanan
Lalu kembalilah ke medan dengan senjata Tawakkal dari para malaikat

Berikan ganjaran atas perbuatan mereka
Karna Mereka tlah berani memasuki kandangmu (Al-Quds)
Dan membangunkanmu dari tidur lelap (dzikir)
Sebentar lagi mereka akan menyesali perbuatannya

Tunjukkan kepada mereka
Bagaimana permainan singa di atas padang pasir
Cengkram jantung mereka dengan cakarmu
Agar mereka paham arti siksaan

Tetaplah diatas sana kawan
Yakinlah akan janji kemenangan yang telah Allah janjikan padamu
Jangan kau menjadi pengecut seperti sebagian muslim di perang uhud
Karna sebentar lagi kami akan bergabung dengan kalian

Allahu akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Senin, 31 Mei 2010

KENANGAN DAN HARAPAN


Malam kian larut, kutatap panah yang menancap didinding kantor, ia berputar melewati angka-angka, berlalu dan terus berlaru, pikiranku ikut berputar mengikuti putaran anak panah itu, namun... haluannya saja yang berbeda, pikiranku berputar ke belakang, mengingat... detik-detik sebelum arwah Guru Taluladan terbaik yang pernah aku kenal (My mather), pergi tuk selamanya, sekitar 2 tahun silam.
Saat itu aku duduk disampingnya, menatap wajahnya yang perlahan-lahan susah tuk di kenali, karena penyakit kanker usus yang ia derita semakin parah dan telah memasuki stadium empat, entah... apa yang kupikirkan, ku berdoa agar Allah secepatnya membawanya ke taman Syurga, agar ia tak lagi merasakan penderitaan. Akhirnya doaku pun terkabul.
“Nak, tolong ambilkan saya kertas dan pulpen”, suaranya terdengar semakin sayu, sementara matanya memandangiku tajam, seakan ada pesan penting yang ingin ia sampaikan
Tanpa berpikir panjang kuambil tas kuliahku, di dalamnya terdapat binder yang tak pernah aku tinggalkan kalau aku keluar dari kampus atau sedang di kampus.
Kusodorkan buku itu padanya, tetapi mataku tak ingin melepaskannya, hari itu jika saja kita sebagai manusia diperbolehkan tuk berandai, maka aku ingin nyawaku di tukar dengan nyawanya, ia memang sosok yang bijaksana, setiap kata yang terucap dari bibirnya adalah pesan kebenaran buatku.
Telah selesai ia menuliskan pesan itu, lagi-lagi matanya mengeluarkan butiran-butiran mutiara, hingga pipinya basah, di selah-selah kesedihannya, ia tetap saja mencoba melemparkan senyuman kepada kami semua.
“Ada apa nak?” seorang pejuang datang bertanya yang tak lain adalah ayahku
“Ini, beliau punya pesan” sambil kusodorkan kertas itu kehadapannya.
“pesanku yang terakhir : Aku ingin keluar melihat orang banyak, ajalku sudah ada di rumah, kalau saya tidak sampai di rumah, sampaikan salamku sama aji”
Hanya itu pesannya yang terakhir sebelum ia pergi bertamasya ke taman syurga, setelah sekian lama ia hanya bisa menciu aroma obat-obatan serta teman-teman yang juga terbaring di RS itu.
Dokter pun datang dengan kalang kabut, mencoba menyuntikkan cairan ketubuhnya, dan ternyata cairan itu malah keluar melewati bekas-bekas suntikan sebelumnya, aku tak lagi bisa berbuat apa-apa, aku hanya bisa memberikannya senyuman terakhir, serta penghormatan dengan mencium tangan, pipi dan kakinya, agar ia kelak mengingat anaknya ini, inilah yang Allah kehendaki.
Malam semakin larut, sekarang anak panah tertancap di angka 2, kembali ku mencari jati diri yang tak tahu kemana, jati diripun kutemukan, namun aku belum tahu jati diri ini harus kubawa kemana?, belum juga tuntas ku melabuhkan kapal jati diriku, ku teringat lagi akan Singa yang mengajariku juga tuk menjadi singa, tadi sekitar jam 19.00, aku singgah menjenguknya di rumah sepupuku, terlihat singa itu terkapar, ia hanya memanggil namaku dan menyuruhku tuk mengurut punggungnya, kulakukan semua apa yang ia inginkan, karena meski semuanya tlah kulakukan, tetap saja pengorbannannya tuk menjadikanku singa takkan bisa terbayarkan.
Perlahan kumulai sadar bahwa singa ini juga semakin tua, dan tenaganya semakin berkurang, aku harus mempersiapkan diri tuk menduduki tahtanya, agar adiik-adikku nantinya tidak terbengkalai, ku rela mencucurkan dar ah untuk membahagiakan keluargaku.
Pasangan A.R.AMIRUDDIN sebagai seorang pesilat, karateka, aktivis dakwah, mujahid dengan Dra. INDRIATI seorang sastrawati dari soppeng, hidupnya ia habiskan tuk membagikan ilmu tanpa pernah peduli dengan penghasilan yang ia dapatkan dari pekerjaannya itu, meskipun akhirnya ia difitnah, akan tetapi masyarakat telah lebih dulu mengetahui kebaikan yang telah ia berikan dari pada fitnah yang beredar. Begitupun dengan suaminya yang juga sastrawan, puisinya selalu terdengat di kota pinrang pada saat 17 agustusan, di setiap kecamatan dan desa. Pasangan yang perfect, seorang suami membuat puisi dan istrinya mengajarkan tentang cara penyebutan dan penghayatan kepada puisi itu.
Beginilah kehidupan yang kujalani, semuanya punya warna tersendiri, dan aku tak boleh terkungkung hanya dengan satu warna dan melupakan warna yang lain, setidaknya aku masih punya beberapa orang yang bisa memberiku motivasi untuk tetap berdiri sampai nafasku yang terakhir berhembus di medan perang “ALLAHUMMA FASYHAD”, di bawah ini beberapa motivasi yang beberapa hari lalu masuk ke dalam ponselku. TERIMA KASIH SEMUANYA, berilah aku senyuman, maka nyawa kan kupersembahkan padamu jika kau membutuhkannya, dan jagalah kepercayaan akan persaudaraan yang tlah kuberikan, karna persaudaraan adalah saliing tolong-menolong, bukan untuk mencari bawahan yang bisa kita perintah dan tindas, sebagaimana yang pernah aku alami sebelumnya. Tapi... aku tidak akan menatap kaca spion itu dengan berlama-lama, aku hanya melihatnya sesaat kemudian memacu gas untuk mencapai garis peradaban.
"kebimbangan ada dalam dirimu, temukan ketenangan bersama Allah dan semua pertanyaan akan terjawab dan ragu akan menjadi yakin, kita hidup untuk Allah, berjuanglah" (My sister in the paradise IQ)
"Hati hanya satu, ia adalah salah satu organ tubuh yang berukuran kecil, so... milikilah hati seluas dunia, agar engkau bisa mencintai seluruh makhluk bumi"(My friend in the FLP)
"kita ini hanyalah seorang pengembara yang sedang berkelana mengikuti pundak umurnya, mengarungi hari dan bulannya, ia lalui siang dan malam, dan ia dapati dirinya semakin jauh dari kehidupan dan semakin dekat dari kematian, tahukah kalian, kalau umur ini hanyalah titipan, dan kehidupan yang kekal abadi berada di negeri akhirat"(My brother in the DOMPET DHUAFA)
"semangat tinggi kadang membuatmu gegabah, mungkin terlalu melangit dan melupakan bumi tempat berpijak, melankolis, halus perasaannya dan mungkin itu yang menyebabkan kadang tidak tega, bergantung pada orang lain, ukhuwah sesuai iman kita, kualitas ukhuwah menggambarkan keimanan kita, tengok kembali jaring ukhuwahmu"(My sister in the dream)

DIA YANG KINI BERSERAKAN


Makassar 28 Juni 2010
Singa padang pasir



Dia yang kini berserakan
Di kepala tanpa ideologi keilmuan
Di cekam untuk sebuah pembenaran
Dari tiap butir kesalahan

Dia yang kini berserakan
Dalam ruang kesepian
Dan hanya terkungkung oleh ego tujuan
Dari para pengusung kejahatan

Dia yang kini berserakan
Dengan segala keserakahan
Dalam arus perputaran
Di tengah-tengah roda kehidupan

Dia yang kini berserakan
Dan kaupun tak tahu apa yang berserakan
Dia adalah sajak, karya, ekspresi, hujjah, dalih serta pengetahuan
Dan dia seringkali menjati tumbal pembenaran

AJAL SEBELUM DATANG


A.R. AMIRUDDIN
(UNTUK ISTRIKU DI ALAM SANA)




ajal
sepertinya semakin mendekat
setelah dua tahun lewat
aku di grogoti kanker usus stadium empat

ajal
adalah tamu
yang tak mungkin kuhindari
tamu yang tak tahu basa-basi
dan tak kenal kompromi

ajal pelaksana eksekusi
yang taat pada waktu
tak mau buru-buru
tapi tak pernah telat walau sesaat

ajal
adakah pilihan lain
kecuali menunggumu
didepan pintu
dengan setiap tawakkal
atas segala amal
dan dosa-dosaku

ajal
kau tahu apa yang paling kudambakan
menjelang detik-detik kedatanganmu
ampunan dari Tuhan
doa dari keluaraga
dan simpati dari teman-teman

ajal
jemputlah kapan saja
pada saatnya
toh kita bukan seteru
kita adalah sekutu
yang mestinya sudah kenal
sejak dari awal

ajal
sebelum kau datang
perkenankan aku bilang
selamat pagi matahari
selamat malam rembulan
aku cinta kehidupan

Jumat, 28 Mei 2010

TERSESAT DALAM PENCARIAN


Makassar 29 mei 2010
singa padang pasir




Telah kuitari tiap sudut padang sahara
Mencari asal suara bidadari
Yang telah mematri janji
Tuk membawaku ke kediamannya

Tenagaku telah terkuras semua
Setelah padang sahara kuitari
Dan jejaknya tak jua kudapati
Kecuali lelah dan dahaga

Dimana harus kumencari
Seteguk air pelepas dahaga
Saat kuterdampar di dalamnya
Bersama galau wajah sang bidadari

Nafasku kini tinggal sisa-sisa langkah
Langkah yang berjalan dengan gontai
Tubuhku hanya terbungkus kata lunglai
Tinggal menunggu datangnya penjemput arwah

Datanglah wahai penjemput arwah
Naikkan aku diatas tandu yang kau bawa
Bawa aku tuk bertemu dengannya
Meski tubuhku akan kau derah