Rabu, 08 Juli 2009

KEPADA SIAPA KUMENGADU...??????


Semuanya berawal dari cerita kelam masa lalu, di mana hidup ini benar-benar berlalu dengan permainan dan senda gurau berlebihan. sekarang... cerita kelam itu meninggalkan sekian banyak penyesalan dalam mengarungi kehidupan yang bernuansa baru ini. cerita kelam itu pulalah yang membuat sekian banyak dari teman-temanku pergi menjauh dariku dan tidak pernah percaya padaku.
Apakah ini sebuah kesalahan?
Lalu, kepada siapa kumengadu?
Bukankah beberapa dari sahabat Nabi juga mempunyai masa kelam yang di namakan dengan kejahiliyahan!!
Sekarang masa kelam itu, yaitu masa kelamku, telah berubah menjadi semangat besar & optimisme akan kejayaan islam di masa yang akan datang.
Masihkah cerita kelam itu dapat menenggelamkan semangat yang tengah berkobar ini?
Kepada siapa harus kumengadu?
Salahkah kalau hati ini terasa perih melihat orang-orang islam yang tidak lagi semangat mendengarkan kalam ilahi dan mereka terlena dan terbuai oleh nyanyian murahan dan sama sekali tidak menambah keimanan....???
Apakah salah, ketika tangan ini mengepal dan bergetar ingin memukul orang-orang Islam yang masih doyan dengan pacaran sebelum pernikahan?
Apakah juga salah, jika hasrat untuk menebas leher orang-orang yang mengatasnamakan dirinya Islam ini muncul, ketika melihat mereka berbuat kemaksiatan di mana-mana?
Kepada siapa harus kumengadu??
Ya.. Rabbi...
Jadikanlah hamba sebagai Umar bin Khaththab baru yang tidak mengenal kelembutan ketika berbicara tentang kemaksiatan dan kemunkaran para laknatullah. Jadikanlah hamba sepertinya, walau diri ini masih terkadang melakukan kekhilafan.
Ya... Rabbi...
Dengarlah suara yang suci ini, suara yang keluar dari cerubung hati yang paling dalam. ia keluar bersama dengan keikhlasan cita-cita syuhada...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar